Tips Agar Dagangan Online Kamu Laku Keras

Zaman sekarang ini semua bisa dilakukan serba online, begitu juga soal berdagang. Diketahui ada jutaan transaksi online per detik di seluruh Indonesia. Namun sayangnya semakin banyak yang menjual produknya via online tentu ‘saingan’ juga semakin banyak. Lalu apa rahasianya agar produk kita tetap laku di pasar online?

Sebuah studi yang dilakukan oleh eBay Research Labs menyebut bahwa toko yang menggunakan gambar berkualitas tinggi berpotensi menggandakan tingkat penjualan mereka. Selain itu para penjual online yang menyediakan gambar tambahan lewat fitur slideshow dapat meningkatkan tingkat konversi penjualan hingga 65 persen.

Hal ini menunjukkan pembeli online menganggap foto produk tetap lebih penting dibandingkan informasi, ulasan, dan penilaian produk.  Chekka Riesca, Senior Editor Zilingo mengatakan bahwa foto produk berfungsi layaknya etalase toko.

“Ketika berjualan produk secara online, khususnya item fesyen, katalog produk yang dirancang dengan apik pastinya akan membantu kita memasarkan produk dengan lebih baik,” ujarnya lewat rilis yang diterima VIVA Rabu 20 Feb 2020.

Lebih lanjut, jika disajikan dengan konsep yang baik, elemen, properti dan lokasi pemotretan yang sesuai, produk kamu akan terlihat makin memikat, sehingga yang dapat meningkatkan keinginan pelanggan dalam melakukan transaksi pembelian.

Berikut adalah beberapa tips dari Chekka untuk membuat katalog produk yang memikat.

  1. Tampilkan sisi terbaik dari produk yang kamu jual.

Saat berbelanja online, pernahkah kamu ingin melihat gambar produk dari sudut foto berbeda? Menyediakan foto produk dari berbagai sisi, khususnya untuk item fesyen dalam sebuah katalog sangat penting untuk memastikan pelanggan atau calon pembeli memahami betul keunggulan produk yang kamu tawarkan.

Selain semua sisi (depan, samping, dan belakang), foto close-up juga diperlukan untuk menampilkan detail kain, bahan, dan pola jahitan yang ada. Melalui layanan katalognya.

  1. Pencahayaan yang baik menghasilkan gambar yang baik

Kondisi pencahayaan yang baik meningkatkan suasana pemotretan secara menyeluruh dan menempatkan produk dalam sorotan sehingga memungkinkan pelanggan untuk memiliki gagasan yang jelas bagaimana produk terlihat di kehidupan nyata.

Jadi, pastikan ada banyak cahaya terang dan alami di foto Anda untuk hasil terbaik. Pastikan sudut pencahayaan tidak menghasilkan bayangan, dan jika ragu, selalu gunakan warna yang lebih cerah, ketimbang gelap. Namun berhati-hatilah untuk tidak mengekspos foto kamu secara berlebihan.

  1. Tentukan atribut yang seragam

Kamu pasti ingin menyajikan foto produk kamu sebagai sebuah koleksi. Pastikan setiap produk memiliki ukuran yang sama dan setiap foto diambil dengan gaya yang sama.

Pastikan foto memiliki pola yang sama sesuai dengan kegiatan branding dan pesan perusahaan kamu. Apabila memadai, pilih satu tempat di kantor atau gudang Anda sebagai latar belakang tetap guna menjaga konsistensi foto di seluruh lini produk.

  1. Gunakan latar belakang yang kreatif

Pilihan warna latar belakang sangat penting saat menentukan tampilan keseluruhan suatu produk. Saat memilih latar belakang foto, kamu juga harus memastikan warna yang ada dalam produk kamu. Apakah kontras atau pas dengan latar belakang yang kamu pilih.

  1. Sewa jasa professional

Jika kamu punya budjet yang cukup, kamu bisa menyewa jasa fotografer, hingga pembuat katalog yang professional dari berbagai platform digital. Salah satunya Zilingo, kini platform ini punya layanan pemasaran terpadu bagi merek dan bisnis di tanah air.

Salah satunya paket pembuatan katalog yang disajikan dalam format a la carte.

“Mulai dari fotografi dan videografi berkualitas tinggi untuk pemotretan produk, pemotretan tematik dengan konsep khusus, produksi video untuk berbagai kanal, hingga pembuatan katalog cetak untuk bahan promosi,” ujar Sarah Humaira, VP and Head of Marketing, Zilingo.

Lebih lanjut, Zilingo Marketing Services ini hadir untuk membantu para pemilik brand dan pelaku bisnis mengatasi tantangan bisnis, khususnya dalam mengembangkan strategi pemasaran.

“Ditunjang dengan para fotografer, creative director, serta stylist berpengalaman serta lebih dari 65 warna latar belakang yang dapat disesuaikan dengan kategori produk kamu.

Selain itu, untuk katalog produk, ada juga akses mudah ke layanan yang diperlukan seperti model, penata rambut, penata rias dan penata mode (fashion stylist).

  1. Periksa kembali hasil katalog

Sebelum kamu mengunggah hasil foto katalog ke situs pilihan, perhatikan kembali katalog kamu secara seksama. Hal ini terdengar sederhana namun langkah tambahan ini dapat membantu mendeteksi hal yang mungkin kamu lewatkan.

Meninjau hasil foto itu lagi sebelum diunggah membantu memastikan bahwa foto produk kamu tidak buram, tidak di tengah atau overexposed, tetapi sesuai dengan harapan.

You May Also Like

About the Author: Syella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *